Selasa, 03 Mei 2016

Rumus Cara Menghitung Bahan Bakar Kendaraan



Masalah kendaraan bermotor tentunya tidak pernah terlepas dengan bahan bakar seperti premium, solar, pertamax dan lain-lain, namun sebagian kurang menyadari seberapa banyak bahan bakar yang dihabiskan oleh kendaraan untuk perhitungan km/liter, menurut penulis walaupun ini masalah sepele, namun ada baiknya kita mencoba untuk menghitung apakah kendaraan kita terhitung boros atau terhitung hemat dibanding dengan kendaraan lain, dapat juga dijadikan sebagai alat menghitung seberapa besar dana yang harus dikeluarkan oleh perusahaan angkutan umum dalam hal pengadaan bahan bakar, sehingga penggelapan yang dilakukan oleh petugasnya dapat diminimalisir.

Untuk menggunakan rumus ini terlebih dahulu anda mengisi tangki kendaraan anda dalam keadaan penuh, kemudian spido meter dicatat sebelum berjalan (masih di SPBU). Lalu kendarai  sejauh minimal 150 km, semakin jauh akan semakin akurat. Dan pada saat kembali mengisi tangki harus diisi sampai penuh seperti pada saat pengisian sebelumnya, kemudian catat km pada spido meternya serta jumlah pembayaran sebelum berjalan (masih di SPBU). Barulah anda bisa menggunakan rumus di bawah ini.

Kilo meter (spido meter) posisi penuh dilambangkan “A” =  Misal  12345,6
Kilo meter (spide meter) posisi setelah berjalan jauh kemudian diisi penuh kembali dilambangkan “B”   misal = 12411,6
Jumlah pembayaran minyak pada posisi B = 12411,6 dilambangkan “D” = Rp. 20.000,-
Misalnya harga minyak perliter dilambang “E”= Rp. 6.900,-  
Jumlah liter seharga Rp. 20.000,- dilambangkan “F”
Rumus : 
B  -  A = C      12489,1 km  -  12345,6 km  =  C
                                                                         C  = 143,5 Km
D / E = F          Rp. 20.000   /   Rp. 6.900/liter   =   F
                                                                                 F  = 2,9 liter
C / F = G         143,5  km   /       2,9 liter   =  G
                                                                  G  =  50,2 km/liter                                         

Berarti kendaraan anda menghabiskan bahan bakar 50,2 km/liter.

Selamat Mencoba

Kamis, 31 Maret 2016

Contoh Surat Pernyataan Pencabutan Dukungan Pengumpulan KTP Untuk Dukungan Balon/Calon Independen

Bagi anda yang sudah terlanjur memberikan KTP untuk mendukung Calon Independen /Perseorangan tertentu baik Pilpres maupun Pilkada, hal itu belum bersifat final ataupun permanen dan dukungan tersebut dapat dicabut kembali, dengan catatan belum mendapat pengesahan oleh KPU, yaitu dengan melayangkan surat seperti contoh yang tertera di bawah ini :

                                                                                                  …………….,   …………………..   20…… (*)

Perihal         : Pernyataan Pencabutan Dukungan                     Kepada Yth. :
  KTP Terhadap Calon Independen                  1. Bakal Calon/Calon(**) Presiden/Gubernur/ Bupati/Walikota(***) ………..
2.  KPU RI (pusat)
3. Bawaslu RI (Pusat)
4.  KPU Provinsi ……………….
5.  Bawaslu Provinsi ……………..
6.  KPU Kabupaten/Kota ……………..
7.  Bawaslu Kabupaten/Kota …………..
6.  Pendukung(****) Bakal Calon/Calon(**) Presiden/ Gubernur/Bupati/Walikota(**) ………..….. (**)
7.  Ketua DPR RI/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota(**) ………..
Masung-masing
Di       Tempat
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                                              :
NIK                                                :
Tempat/tgl. Lahir                           :
Jenis kelamin                                 :
Alamat                                           :
Agama                                           :
Pekerjaan                                       :
Kewarganegaraan                          :
Alamat tempat tinggal                   :  
Alamat Korespondensi                  :   1. Email              :
                                                           2. BBM               :
                                                           3. No. HP            :
Dengan ini saya menyatakan mengundurkan/menarik diri atas dukungan dengan pengumpulan KTP  atas nama tersebut diatas dalam rangka pencalonan jalur Independen/perseorangan Bakal Calon/Calon(**) Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota(**)……………(***), melalui surat pernyataan ini dimohon kepada pihak yang berkompeten dapat segera menghapus nama saya di atas yang sudah terlanjur memberikan dukungan kepada Bakal Calon/Calon(**) Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota(*)……………(***) Ulangi, kepada pihak yang berkompeten segera menghapus nama saya di atas yang sudah terlanjur memberikan dukungan kepada Bakal Calon/ Calon(*) Presiden/Gubernur/ Bupati/ Walikota (*)……………(***)
Sebagai bahan pertimbangan, turut saya lampirkan :
1. Foto copy KTP
2. Foto copy Kartu Keluarga
Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa tekanan serta paksaan dari pihak manapun, dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Hormat Saya,
Yang Membuat Pernyataan

 materai
Rp. 6.000,-

( ………………………………. )
Tembusan :
1. A r s i p

Keterangan :
(*)         Ketik tempat dan tanggal surat
(**)       Hapus yang tidak perlu ;
(***)     Ketik nama Calon ;
(****)   Sebutkan Nama Kelompok Pendukung/Relawannya jika ada

Selasa, 24 Februari 2015

Fakta Efek Kenaikan Gaji PNS/POLRI/TNI/Pensiunan dan Solusinya


Kenaikan gaji merupakan dambaan setiap pns/tni/polri/pensiunan dengan harapan akan dapat membantu beban perekonomian seperti halnya biaya pemenuhan kehidupan sehari-hari. Disisi lain bagi yang berkeinginan memiliki sesuatu barang baik barang bergerak maupun tidak bergerak, seperti rumah, apartemen, mobil dan lain-lain akan dapat memilikinya dengan cara dibayar kontan maupun kredit dan hal paling penting yaitu akan dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan lebih tinggi. 
 
Dengan kenaikan gaji pns diharapkan akan terjadi ouput yang bisa mendorong perputaran roda perekonomian masyarakat, uang akan banyak beredar, transaksi berbentuk barang dan jasa akan menjadi rutinitas keseharian masyarakat, sudah barang tentu siapapun orangnya ketika dia mempunyai uang lebih, uangnya tidak akan disimpan semua, sebagian pasti akan dia belanjakan.

Namun pengharapan tersebut di atas jauh panggang dari api, gaji yang hampir tiap tahun mengalami kenaikan, bukannya mengurangi beban perekonomian, tetapi malah menciptakan beban ekonomi biaya tinggi. Kenaikan gaji yang diterima antara enam persen tidak sebanding dengan kenaikan harga barang dan jasa. Ketika pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan gaji empat bulan kedepan, para pedagang tanpa komando sudah mulai berlomba menaikkan harga sembako yang persentasenya lima sampai sepuluh persen lebih, pada saat regulasi kenaikan gaji disahkan maka harga sebagian bahan pokok bisa mencapai lima belas persen lebih. Yang sangat disayangkan, dampak terhadap kenaikan harga bahan pokok sangat membebani perekonomian masyarakat berpenghasilan pas-pasan yaitu ditandai berkurangnya pendapatan, sebaliknya pengeluaran mendaki tajam.

Dari pemaparan di atas tentunya timbul tanda tanya bagaimana cara menimalisir kenaikan harga barang kebutuhan pokok masyarakat sehubungan dengan kenaikan gaji pns/tni/polri/pensiunan?

Gaji ke-13 dan Remunerasi ke-13 Dijadikan sebagai Tehnik Mengurangi Dampak Kenaikan Harga Bahan Pokok


Belajar dari pengalaman tentang adanya gaji ke-13 dan remunerasi ke 13, sepertinya para pedagang kurang memperhatikan hal tersebut dan tidak berdampak kenaikan harga barang/jasa, karena mereka menganggap gaji ke-13 dan remunerasi ke-13 diterima hanya sekali setahun, padahal kalau kita kalkulasikan gaji ke-13 ditambah remunerasi ke-13 dibagi 12 bulan, kenaikan kebih dari 10 persen perbulan.

Menurut hemat penulis tidak ada salahnya jika kenaikan gaji pns/tni/polri/pensiunan diterapkan seperti penerapan pada gaji ke-13 dan remunerasi ke-13, yang mana pengamperahannya dilakukan pertriwulan atau percaturwulan atau boleh juga persemester. Dan penerapan sistem ini juga akan sangat membantu pegawai dalam hal karena disamping dia mempunyai gaji bulanan dia juga mempunyai cadangan gaji lain yaitu pertriwulan/caturwulan/semester.